<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<video_prompt>
<project>
<title>Kitab Naga Puspa</title>
<scene>Scene Lanjutan - Akibat Benturan Ajian</scene>
<duration unit="seconds">10</duration>
<format>9:16 vertical</format>
<frame_rate>24fps</frame_rate>
<style>Photorealistic historical live-action cinematic, 100% human characters</style>
</project>
<characters>
<character id="arya_kamandanu" reference="@image1">
<name>Arya Kamandanu</name>
<identity>Wajah, rambut, bentuk tubuh, kostum, usia tampilan, dan identitas mengikuti persis @image1.</identity>
<weapon_at_start>Pedang Naga Puspa</weapon_at_start>
<condition>Luka pada pipi, pelipis, dada, dan sisi tubuh. Napas berat, tubuh melemah, serta cairan merah tipis keluar dari sudut mulut secara konsisten.</condition>
</character>
<character id="mpu_tong_bajil" reference="@image5">
<name>Mpu Tong Bajil</name>
<identity>Wajah, rambut, bentuk tubuh, kostum, usia tampilan, dan identitas mengikuti persis @image5.</identity>
<weapon_at_start>Tongkat sakti</weapon_at_start>
<condition>Luka benturan pada bahu, dada, dan sisi tubuh. Napas berat, gerakan menahan nyeri, serta cairan merah tipis keluar dari sudut mulut secara konsisten.</condition>
</character>
</characters>
<location>
<description>Tanah lapang berbatu di dalam hutan Jawa abad ke-13 saat senja. Lokasi tetap sama sepanjang video, dengan akar pohon, batu besar, tanah merah kecokelatan, daun kering, debu, kabut tipis, bara, dan asap.</description>
<continuity>Video dimulai tepat setelah benturan Pedang Naga Puspa dan tongkat sakti pada video sebelumnya.</continuity>
<environment_action>Api Ajian Segoro Geni merambat melalui daun kering, akar, semak, dan batang pohon. Hutan terbakar secara photorealistic, tetapi wajah serta tubuh kedua karakter tetap terlihat jelas.</environment_action>
</location>
<global_rules>
<rule>Durasi total video adalah 10 detik.</rule>
<rule>Video dibagi menjadi 5 blok, masing-masing berdurasi 2 detik.</rule>
<rule>Setiap blok berisi tepat 12 beat gerakan atau aksi pertempuran.</rule>
<rule>Total terdapat 60 beat dalam satu video.</rule>
<rule>Pertarungan berlangsung cepat, padat, saling beradu jurus, dan tanpa jeda.</rule>
<rule>Kedua karakter harus terlihat sebagai manusia nyata dengan anatomi, wajah, tangan, dan gerak tubuh realistis.</rule>
<rule>Jangan menampilkan siluet, wajah gelap, wajah tertutup asap, tubuh samar, atau karakter backlit.</rule>
<rule>Bekas luka harus tetap berada pada posisi yang sama sepanjang video.</rule>
<rule>Cairan merah tipis dari sudut mulut kedua karakter harus terbatas, realistis, dan konsisten.</rule>
<rule>Jangan menampilkan organ, potongan tubuh, atau detail tubuh ekstrem.</rule>
</global_rules>
<blocks>
<block id="01" time="0.0-2.0" title="Dampak benturan dan duel cepat">
<movement number="1">Vertical wide shot memperlihatkan benturan terakhir masih menyebarkan debu, bara, dan tekanan.</movement>
<movement number="2">Kamandanu terdorong ke kiri frame sambil tetap menggenggam Pedang Naga Puspa.</movement>
<movement number="3">Tong Bajil terdorong ke kanan frame dan menahan tubuh menggunakan tongkat.</movement>
<movement number="4">Kamera low-angle mengikuti batu kecil dan debu yang terpental.</movement>
<movement number="5">Kamandanu bangkit dari posisi berlutut dan langsung menebas ke arah Tong Bajil.</movement>
<movement number="6">Tong Bajil menangkis tebasan dengan tongkat sakti.</movement>
<movement number="7">Tong Bajil memutar tongkat dan menyerang sisi tubuh Kamandanu.</movement>
<movement number="8">Kamandanu menahan serangan dengan sisi pedangnya.</movement>
<movement number="9">Tong Bajil melanjutkan serangan menggunakan siku ke arah dada Kamandanu.</movement>
<movement number="10">Kamandanu bergeser mundur sambil menahan nyeri pada sisi tubuh.</movement>
<movement number="11">Close-up wajah Kamandanu memperlihatkan luka pada pipi yang belum kering dan cairan merah tipis di sudut mulut.</movement>
<movement number="12">Close-up Tong Bajil memperlihatkan napas berat, luka bahu, dan cairan merah tipis di sudut mulut.</movement>
</block>
<block id="02" time="2.0-4.0" title="Tong Bajil memperbesar domain api">
<movement number="1">Tong Bajil menghantamkan tongkat ke tanah dengan seluruh tenaga.</movement>
<movement number="2">Kamera ground-level mengikuti retakan yang menyebar dari titik benturan.</movement>
<movement number="3">Bara merah-oranye muncul dari dalam retakan tanah.</movement>
<movement number="4">Api merambat cepat ke daun kering dan akar di sekitar arena.</movement>
<movement number="5">Tong Bajil memutar tongkat di atas kepala.</movement>
<movement number="6">Pusaran api membesar dan mengelilingi tubuhnya.</movement>
<movement number="7">Api membentuk kontur kepala naga abstrak di ujung pusaran.</movement>
<movement number="8">Kontur naga api bergerak mengikuti putaran tongkat, bukan makhluk fisik terpisah.</movement>
<movement number="9">Tong Bajil mengarahkan tongkat kepada Kamandanu.</movement>
<movement number="10">Cairan merah tipis terlihat kembali di sudut mulut Tong Bajil.</movement>
<movement number="11">Tong Bajil menyeka mulutnya sekilas tanpa menghentikan putaran tongkat.</movement>
<movement number="12">Tong Bajil berseru, "Ajian Segoro Geni!" dan cahaya api memenuhi latar hutan.</movement>
</block>
<block id="03" time="4.0-6.0" title="Semburan naga api menyerang">
<movement number="1">Tong Bajil menusukkan ujung tongkat ke arah Kamandanu.</movement>
<movement number="2">Kamera berpindah ke Tong Bajil POV.</movement>
<movement number="3">Semburan api berbentuk kontur kepala naga abstrak melesat dari tongkat.</movement>
<movement number="4">Api bergerak rendah menyapu tanah menuju Kamandanu.</movement>
<movement number="5">Kamandanu menebas semburan pertama dengan Pedang Naga Puspa.</movement>
<movement number="6">Cahaya biru-keemasan membelah sebagian semburan api.</movement>
<movement number="7">Sisa api berputar dan menyerang Kamandanu dari sisi kanan.</movement>
<movement number="8">Kamandanu memutar tubuh dan menghindar dengan langkah silang.</movement>
<movement number="9">Semburan api menghantam pohon di belakangnya.</movement>
<movement number="10">Batang pohon, semak, dan daun kering mulai terbakar secara realistis.</movement>
<movement number="11">Kamandanu maju dengan tiga tebasan pedang yang sangat cepat.</movement>
<movement number="12">Tong Bajil menahan semua tebasan dan mendorong Kamandanu mundur dengan gelombang panas.</movement>
</block>
<block id="04" time="6.0-8.0" title="Kamandanu terdesak dan tersungkur">
<movement number="1">Tong Bajil mengayunkan tongkat dari atas ke bawah.</movement>
<movement number="2">Kamandanu menangkis menggunakan Pedang Naga Puspa.</movement>
<movement number="3">Tong Bajil menyemburkan api dari jarak dekat melalui ujung tongkat.</movement>
<movement number="4">Tekanan panas membuat Kamandanu terpental beberapa langkah.</movement>
<movement number="5">Kamera handheld terkendali mengikuti tubuh Kamandanu yang kehilangan keseimbangan.</movement>
<movement number="6">Kamandanu tersandung akar pohon yang terbakar.</movement>
<movement number="7">Pegangan Kamandanu pada Pedang Naga Puspa mulai melemah.</movement>
<movement number="8">Kamandanu jatuh tersungkur di atas tanah dan debu.</movement>
<movement number="9">Cairan merah keluar dari mulut Kamandanu ketika ia mencoba menarik napas.</movement>
<movement number="10">Kamandanu mengangkat satu siku dan perlahan mencoba berdiri.</movement>
<movement number="11">Close-up wajah memperlihatkan bekas luka yang belum kering dan ekspresi menahan nyeri.</movement>
<movement number="12">Tong Bajil berdiri di depan hutan yang terbakar dan mengangkat tongkat untuk serangan kedua.</movement>
</block>
<block id="05" time="8.0-10.0" title="Semburan kedua dan transformasi Pedang Naga Puspa">
<movement number="1">Tong Bajil menghentakkan tongkat sekali lagi ke tanah.</movement>
<movement number="2">Api di seluruh hutan membesar dan membentuk domain merah-oranye di sekitar arena.</movement>
<movement number="3">Tong Bajil mengarahkan tongkat lurus kepada Kamandanu.</movement>
<movement number="4">Kamera berpindah ke Kamandanu POV.</movement>
<movement number="5">Semburan api kedua berbentuk kontur kepala naga abstrak meluncur sangat cepat.</movement>
<movement number="6">Kamandanu mencoba berdiri sambil mengangkat Pedang Naga Puspa.</movement>
<movement number="7">Pedang menahan sebagian semburan api, tetapi tubuh Kamandanu terdorong ke belakang.</movement>
<movement number="8">Gelombang api kedua menghantam tubuh dan pedang Kamandanu.</movement>
<movement number="9">Jari Kamandanu terbuka karena tekanan benturan.</movement>
<movement number="10">Pedang Naga Puspa terlepas dari tangan Kamandanu dan jatuh ke tanah.</movement>
<movement number="11">Kamera close-up mengikuti pedang yang perlahan menjadi transparan, berubah menjadi cahaya hijau lembut, lalu cahaya masuk ke tubuh Kamandanu melalui dada dan telapak tangan.</movement>
<movement number="12">Kamandanu terpental dan terbaring di tanah sambil memuntahkan cairan merah tipis. Wajahnya penuh bekas luka. Seluruh hutan terbakar di belakangnya. Cut to black.</movement>
</block>
</blocks>
<effects>
<segoro_geni>
<description>Ajian Segoro Geni adalah domain api milik Mpu Tong Bajil. Api muncul dari tongkat, menyebar melalui lingkungan, dan membentuk semburan seperti kontur kepala naga abstrak.</description>
<visual>Api merah-oranye photorealistic, bara, asap tipis, distorsi udara, pantulan cahaya pada wajah, serta gelombang panas.</visual>
<restriction>Kontur naga bukan makhluk fisik terpisah. Api tidak boleh menutupi wajah dan tidak boleh mengubah tubuh manusia.</restriction>
</segoro_geni>
<naga_puspa>
<description>Pedang Naga Puspa perlahan menjadi transparan setelah terlepas dari tangan Kamandanu.</description>
<transformation>Bilah pedang berubah seperti kaca bercahaya, memudar menjadi partikel cahaya hijau, lalu cahaya bergerak dari tanah dan masuk ke tubuh Kamandanu melalui dada serta telapak tangan.</transformation>
<restriction>Tubuh Kamandanu tidak berubah bentuk. Jangan membuat pedang muncul kembali setelah cahaya hijau masuk ke tubuhnya.</restriction>
</naga_puspa>
</effects>
<camera>
<shots>Vertical wide shot, fast side tracking, low-angle impact, ground-level shot, weapon close-up, Tong Bajil POV, Kamandanu POV, controlled handheld, extreme facial close-up, slow-motion micro-impact pada pedang transparan, dan final vertical pull-back.</shots>
<rule>Kamera cepat dan intens, tetapi arah gerakan, titik benturan, posisi karakter, luka, senjata, serta efek api harus tetap terbaca.</rule>
<forbidden>Extreme camera shake, random zoom digital, orbit tanpa alasan, wajah tertutup, perpindahan lokasi mendadak, teleportasi, atau potongan aksi yang membingungkan.</forbidden>
</camera>
<audio>
<background_music>false</background_music>
<narrator>false</narrator>
<voice_over>false</voice_over>
<subtitle>false</subtitle>
<allowed>Angin hutan, daun terbakar, napas berat, batuk pendek, langkah kaki, kain bergerak, benturan pedang dan tongkat, tongkat menghantam tanah, retakan tanah, bara, api menyembur, pohon terbakar, gelombang tekanan, dengungan cahaya hijau, dan suara lingkungan alami.</allowed>
<dialogue>Tidak ada dialog panjang. Gunakan hanya seruan "Ajian Segoro Geni!" pada Blok 02 dan napas atau erangan pendek dari kedua karakter.</dialogue>
</audio>
<negative_prompt>anime, cartoon, manga, donghua, illustration, 2D character, game CGI, plastic skin, changing face, changing costume, identity drift, extra character, NPC, hidden face, dark face, blurred face, extreme gore, exposed organs, dismemberment, severed body parts, unrealistic wounds, excessive red liquid, red liquid covering the entire frame, wounds changing position, wounds disappearing, Tong Bajil without staff, staff disappearing, staff floating, fire without staff movement, cartoon fire, neon fire, giant independent dragon creature, dragon covering the characters, fire hiding faces, Kamandanu standing after being knocked down, sword remaining in hand after Block 05, sword disappearing instantly, green light exploding violently, body transformation, teleportation, flying without impact, frozen motion, walking in place, sliding feet, random camera shake, modern objects, modern clothing, vehicles, firearms, background music, narrator, soundtrack, subtitle, visible text, logo, watermark</negative_prompt>
<final_instruction>Buat video lanjutan berdurasi 10 detik dalam format 9:16 vertical. Pertarungan Arya Kamandanu dan Mpu Tong Bajil terus berlangsung cepat dan tanpa henti. Tong Bajil selalu membawa tongkat dan menguasai domain api melalui Ajian Segoro Geni. Semburan api berbentuk kontur naga abstrak membakar lingkungan hutan. Kamandanu semakin terdesak, tersungkur, mencoba berdiri, dan memuntahkan cairan merah. Bekas luka pada wajahnya terlihat jelas dan belum kering. Semburan api kedua membuat Pedang Naga Puspa terlepas. Pedang perlahan menjadi transparan, berubah menjadi cahaya hijau, lalu masuk ke tubuh Kamandanu. Akhiri dengan Kamandanu terbaring di tanah di tengah hutan yang terbakar, sementara Tong Bajil berdiri dengan tongkat berapi. Semua adegan harus photorealistic live-action, 100% human, wajah terlihat jelas, tanpa musik latar, tanpa karakter tambahan, tanpa siluet, tanpa teks, dan tanpa watermark.</final_instruction>
</video_prompt>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar